Pluralisme agama adalah paham yang mengakui dan menghargai keberagaman agama, sementara toleransi adalah sikap saling menghormati perbedaan tersebut untuk hidup berdampingan secara damai. Pluralisme menekankan keterlibatan aktif dalam perbedaan (bukan menyamakan ajaran), sedangkan toleransi berfokus pada menahan diri dari konflik demi persatuan.
Wacana perdamaian dan toleransi agama di Indonesia menekankan pentingnya menghormati perbedaan keyakinan untuk menciptakan kerukunan sosial. Konsep ini didasarkan pada nilai Pancasila, di mana keberagaman dihargai melalui musyawarah, toleransi aktif, dan hidup berdampingan secara damai, guna menghindari konflik dan memupuk kerja sama antarumat beragama.